Penanganan Obesitas Butuh Proses, BPOM dan Novo Nordisk Ingatkan Bahaya Obat Abal-abal

1 day ago 3

Penanganan Obesitas Butuh Proses, BPOM dan Novo Nordisk Ingatkan Bahaya Obat Abal-abal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi obat ilegal dan palsu. Foto: ilustrasi/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Hasrat untuk menurunkan berat badan dengan cepat kerap membuat berbagai produk pelangsing yang menawarkan hasil instan terlihat menggiurkan.

Produk semacam ini juga makin mudah ditemukan, termasuk melalui penjualan online dan promosi di media sosial.

Padahal, obesitas merupakan penyakit kronis yang penanganannya membutuhkan proses. Dokter mengingatkan agar upaya menurunkan berat badan tidak dilakukan dengan diet ekstrem atau sembarangan mengonsumsi obat yang belum jelas keamanannya.

Hal tersebut dibahas dalam Health Corner bertema 'Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Obat Abal-abal' pada Jumat (14/8/2026).

Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Brawijaya dr Prinindita Artiara Dewi, B.MedSc, Sp.GK mengatakan salah satu kesalahan yang masih dilakukan dalam upaya menurunkan berat badan adalah memangkas asupan makanan secara ekstrem.

Pola tersebut antara lain makan hanya satu kali sehari atau menghilangkan kelompok makanan tertentu seperti karbohidrat.

"Misalnya satu kali makan sehari atau memilih-milih makanannya. Jadi tidak mau makan karbohidrat sama sekali, hanya makan protein saja misalnya contohnya seperti itu," ungkap dr Prinindita dalam Health Corner.

Menurutnya, tubuh tetap membutuhkan berbagai zat gizi untuk menjalankan fungsi dengan baik. Karbohidrat dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi, sementara protein berperan sebagai zat pembangun. Lemak, serat, vitamin dan mineral juga tetap diperlukan.

Obesitas merupakan penyakit kronis yang penanganannya membutuhkan proses. Dokter mengingatkan agar upaya menurunkan berat badan tidak dilakukan dengan...

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |