Penurunan Muka Tanah 12 Cm per Tahun Memperberat Penanganan Banjir & Rob di Semarang

1 hour ago 2

Minggu, 31 Mei 2026 – 22:42 WIB

Penurunan Muka Tanah 12 Cm per Tahun Memperberat Penanganan Banjir & Rob di Semarang - JPNN.com Jateng

Mobil menerjang banjir yang terjadi di Jalan Pantura Kaligawe Kota Semarang, Jawa Tengah. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Persoalan banjir dan rob di Kota Semarang sorotan dalam Rembuk Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Kedungsepur yang meliputi Kabupaten Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Salatiga, dan Purwodadi, Jumat (29/5).

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menilai penanganan persoalan tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama antardaerah, terutama di wilayah hulu dan hilir.

"Kemampuan fiskal Kota Semarang alhamdulillah cukup baik dan tingkat kemandirian daerah kami juga tinggi. Namun, problem terbesar yang kami hadapi di Pemerintah Kota Semarang masih persoalan klasik, yaitu banjir dan rob yang berkaitan dengan masalah lingkungan," ujar Iswar dalam forum tersebut.

Menurutnya, posisi geografis Semarang sebagai wilayah hilir membuat kota ini menerima dampak dari berbagai aktivitas dan kondisi lingkungan di daerah hulu. Di sisi lain, kawasan pesisir utara (Pantura) Kota Semarang juga terus mengalami penurunan muka tanah yang mencapai sekitar 10 hingga 12 sentimeter per tahun.

"Kota Semarang berada di wilayah hilir. Sementara itu, kami juga menghadapi persoalan penurunan muka tanah di kawasan Pantura yang setiap tahun mencapai sekitar 10 sampai 12 sentimeter. Kondisi ini tentu memperberat upaya penanganan banjir dan rob," katanya.

Iswar menjelaskan sejumlah sungai yang melintasi Kota Semarang memiliki daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal. Ketika curah hujan tinggi terjadi di wilayah hulu, dampaknya langsung dirasakan masyarakat di Kota Semarang.

Dia secara khusus menyoroti Sungai Babon yang dinilai memiliki karakter aliran cukup ekstrem karena kemiringan sungainya yang curam sehingga debit air dapat meningkat dengan cepat saat hujan deras terjadi di wilayah atas.

"Ada satu sungai yang begitu ganas, yaitu Sungai Babon yang hulunya berada di Kabupaten Semarang. Kecepatan aliran airnya sangat tinggi karena kemiringan sungainya cukup besar. Ketika hujan turun di wilayah hulu, dampaknya bisa sangat besar di Kota Semarang," ujarnya.

Banjir dan rob makin berat penanganannya setelah kondisi Kota Semarang yang mengalami penurunan muka tanah 12 cm tiap tahunnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |