Perjalanan Panjang Indonesia Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Taekwondo Asia

6 hours ago 4

Perjalanan Panjang Indonesia Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Taekwondo Asia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Suasana presentasi bidding tuan rumah Kejuaraan Taekwondo Asia 2026. Foto: dokumen PBTI

jpnn.com - INDONESIA mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah 8th Asian Taekwondo Open Championships 2026 (Grade G2). 

Namun, di balik keputusan itu tersimpan perjalanan panjang yang tak banyak diketahui publik.

Kepercayaan tersebut bukan hadiah, melainkan hasil pertarungan diplomasi olahraga yang berlangsung jauh sebelum kejuaraan digelar.

Tak banyak yang tahu, Indonesia harus melewati persaingan ketat dengan Vietnam dan Arab Saudi dalam proses bidding yang berlangsung pada Asian Taekwondo Union (ATU) Extraordinary Council Meeting di Fujairah, Uni Emirat Arab, Februari 2026. 

Dari forum itulah nasib Indonesia sebagai calon tuan rumah ditentukan melalui pemaparan visi, kesiapan, hingga kemampuan menggelar turnamen bertaraf dunia.

Atas arahan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Siagian tampil mempresentasikan kesiapan Indonesia di hadapan Presiden ATU Kim Sang-jin dan jajaran petinggi taekwondo Asia.

Bukan sekadar memperlihatkan venue, Indonesia juga menawarkan visi besar untuk memperkuat perkembangan taekwondo di kawasan Asia.

Presentasi itu memuat berbagai keunggulan Indonesia, mulai dari kesiapan Tennis Indoor GBK Senayan sebagai arena pertandingan, dukungan pemerintah, pengalaman menjadi penyelenggara event internasional, kualitas sumber daya manusia, hingga komitmen memenuhi standar World Taekwondo.

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan 8th Asian Taekwondo Open Championships 2026. Ada cerita panjang di baliknya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |