Perubahan Iklim Mengancam Sektor UMKM, Pendapatan Bisa Anjlok Hingga 14 Persen

1 week ago 9

Minggu, 13 September 2026 – 11:54 WIB

Perubahan Iklim Mengancam Sektor UMKM, Pendapatan Bisa Anjlok Hingga 14 Persen - JPNN.com Jogja

Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia. Foto: Ricardo/jpnn

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Fenomena kenaikan suhu dan cuaca panas ekstrem di Indonesia kini tidak lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah berdampak langsung pada roda perekonomian rakyat.

Penelitian terbaru dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan bahwa paparan suhu tinggi secara signifikan menurunkan produktivitas dan pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Riset bertajuk Climate Change and Small Business Productivity yang digagas oleh tim dosen FEB UGM Wisnu Setiadi Nugroho, Elan Satriawan, dan Esa Azali Asyahid bersama peneliti dari College of William and Mary ini menganalisis data Indonesia Family Life Survey (IFLS) yang dipadukan dengan data historis iklim.

Hasil riset tersebut menunjukkan fakta bahwa kenaikan temperatur tahunan sebesar 1 derajat celsius dari kondisi normal menyebabkan pendapatan usaha rumah tangga turun 13 hingga 14 persen.

Bagi pekerja individual, penurunan pendapatan bahkan dapat mencapai sekitar 20 persen.

Sebagai contoh, UMKM dengan omzet normal Rp 60 juta per tahun berpotensi mengalami penurunan pendapatan hingga di bawah Rp 52 juta akibat kenaikan suhu 1 derajat celsius.

Dosen FEB UGM Esa Azali Asyahid mengatakan produktivitas usaha mencapai tingkat optimal pada temperatur rata-rata tahunan 25–26 derajat celsius.

“Ketika suhu melampaui ambang batas tersebut, kinerja usaha mulai menurun drastis,” ujarnya.

Dosen dan peneliti di FEB UGM menemukan korelasi antara perubahan inklim dengan UMKM. Apa saja?

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |