Refleksi Hari Lahir Pancasila, Hasto PDIP Ungkit Visi Geopolitik Bung Karno

6 hours ago 3

Refleksi Hari Lahir Pancasila, Hasto PDIP Ungkit Visi Geopolitik Bung Karno

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya telah memerintahkan fraksi parpol di legislatif bersuara keras menyikapi keputusan Bupati Malang.. iliustrasi. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut penting bagi setiap elemen bangsa tidak memandang Pancasila bukan sekadar jargon politik, melainkan ideologi geopolitik dan instrumen pembebasan ekonomi rakyat.

Hal demikian dikatakan Hasto saat berpidato dalam Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6).

"Pancasila mengandung suatu tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan," demikian Hasto dalam sambutannya, Senin (1/6).

Dia mengkritik adanya pergeseran arah bangsa dari cetak biru pembangunan yang pernah dirancang oleh para pendiri bangsa.

Terutama, kata alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu, dalam sisi kemandirian ekonomi dan posisi Indonesia di kancah global.

Hasto memaparkan bahwa Pancasila pada era Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno dipahami secara luas sebagai gagasan kolektif yang menempatkan Indonesia pada posisi strategis di mata dunia.

Dia mengingatkan hal demikian sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenai cita-cita besar tersebut.

"Dalam visi geopolitik Bung Karno, Indonesia harus dipimpin oleh ide, yakni suatu tekad untuk menjadi negara terkuat di Samudra Indonesia dan menjadi pintu gerbang masa depan dunia di Samudra Pasifik," katanya.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut penting memandang Pancasila sebagai ideologi pembebasan ekonomi rakyat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |