jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pada usia kemerdekaan yang ke-81 tahun, Indonesia menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan nilai-nilai demokrasi. Meski secara kasat mata prosedur demokrasi, seperti pemilu tetap berjalan normal, sejumlah akademisi dan pengamat menilai bangunan demokrasi Indonesia justru sedang mengalami pelemahan mendasar dan pembusukan politik dari dalam.
Tanda bahaya ini mengemuka dalam Diskusi Panel Republik bertajuk "Krisis, Transisi, dan Masa Depan Republik" yang digelar di Auditorium Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) Jaleswari Pramodhawardani menyoroti fenomena kemunduran ini melalui konsep pembusukan politik (political decay) yang digagas Francis Fukuyama.
Menurutnya, institusi-institusi negara terus melemah secara perlahan di tengah rutinitas formalitas demokrasi.
"Republik ini tidak kekurangan program, ia kehilangan kemampuan mengoreksi dirinya sendiri," tegas Jaleswari.
Ia menjelaskan bahwa krisis saat ini tidak hanya terjadi pada satu sektor, melainkan merupakan pembusukan yang berjalan sistematis di lima organ vital negara, yaitu sektor ekonomi, hubungan sipil militer, kondisi independensi media, kelestarian lingkungan, dan masa depan generasi penerus yang menanggung warisan beban krisis tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Dosen Departemen Sosiologi Fisipol UGM Andreas Budi Widyanta menggarisbawahi bahwa persoalan utama hari ini berakar dari akumulasi kekuasaan dan konsentrasi sumber daya di tangan segelintir elite politik dan bisnis (oligarki).
Dampaknya terasa nyata lewat ketimpangan ekonomi, politik, dan ekologis yang kian menghimpit masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, Andreas mengimbau pentingnya membangun kekuatan counter hegemony dari masyarakat.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5936740/original/045917400_1778834043-Nova.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5930742/original/008593800_1778828325-Gemini_Generated_Image_71yitq71yitq71yi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312520/original/061784600_1785502919-SaveInta.com_762864197_17983759941020020_4132949531562319994_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5945506/original/001671800_1778842464-WhatsApp_Image_2026-05-15_at_15.30.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462119/original/028522100_1767506156-20260104AA_Persija_vs_Persijap-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4912942/original/090478700_1723120672-Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_3.JPG)
