jpnn.com, JAKARTA - Pakar ekonomi makro dan analis pasar modal, Ferry Latuhihin mengkritik tajam narasi pemerintah, yang menganggap depresiasi nilai tukar rupiah tidak terlalu signifikan.
Ferry menegaskan kondisi ekonomi saat ini sedang tertekan akibat kebijakan domestik yang dinilai tidak ramah terhadap dunia usaha.
Dia menilai langkah-langkah pemerintah sejak awal telah memicu ketidakpercayaan, yang pada akhirnya mendorong investor untuk menarik modalnya keluar dari pasar Indonesia.
Bukan hanya perusahaan asing yang kabur, Ferry menyebut pemain lokal pun banyak yang memutuskan untuk menarik investasi.
"Pemerintah kita koplak bikin kebijakan-kebijakan yang tidak bisnis friendly, malah mau membunuh bisnis," kata Ferry saat dihubungi Jpnn, dikutip pada Jumat (29/5).
Menurut Ferry, pemerintah saat ini enggan menerima masukan dari eksternal terkait kebijakan yang dinilai mengganggu investasi tanah air.
Dia menyebut pemerintah sibuk dengan mimpi dan narasi besar, tanpa menengok realitas yang ada.
"Prabowo sejak awal salah langkahnya, tetapi masalahnya orang itu enggak mau dengerin masukan orang lain dan tetap asik dengan mimpinya dan narasi besarnya," ujar Ferry.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)