jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) pagi.
Letusan terjadi pada pukul 07.51 WIB dengan tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengatakan erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 102 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.51 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Minggu (6/9).
Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada status Level III atau Siaga. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.
Dengan status tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," tuturnya.
Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















