jpnn.com, JAKARTA - Industri hiburan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, resmi memasuki babak baru.
Melalui acara peluncuran resmi (Launch Event) yang digelar baru-baru ini, Show Token sebagai pelopor ekosistem berbasis blockchain dan AI pertama, hadir berkomitmen untuk memangkas tingginya hambatan modal tradisional (high capital barriers) yang selama ini dihadapi para kreator lokal, sekaligus siap merevolusi masa depan industri perfilman dan hiburan nasional.
Dengan mengusung tagline 'Bridging Crypto and Entertainment: Invest Beyond the Screen', Show secara strategis membidik target pasar demografi anak muda yang aktif secara digital.
Kehadiran Show Token dirancang sebagai bahan bakar utama yang menggerakkan interaksi, transaksi, serta inovasi di dalam empat pilar ekosistemnya, yakni Show Movie (watch & earn), Show AI & Marketplace (ruang produksi konten kreatif berbasis kecerdasan buatan), dan Show Kids (IP animasi orisinal yang mengangkat nilai budaya lokal).
"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global. Di SHOW, kami tidak menunggu pintu global terbuka untuk kami, kami membangun ekosistem digital baru dimana karya anak bangsa dapat langsung diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh dunia tanpa perantara," ungkap CEO SHOW Token, Akshay Melwani di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Sebelum memperluas jangkauannya ke pasar Indonesia melalui Mobee, Show Token telah membuktikan likuiditas dan eksistensinya di panggung global dengan sukses melantai di bursa internasional ternama seperti Toobit dan Bitconomy.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga bersiap melakukan ekspansi yang lebih masif dengan menjadwalkan listing di sejumlah platform bursa kripto global terkemuka lainnya demi memperkuat kepercayaan investor internasional dalam mendisrupsi sektor hiburan modern.
Secara teknis, Show Token beroperasi di atas jaringan Ethereum (ERC-20), salah satu ekosistem blockchain paling aman, terdesentralisasi, dan paling banyak diadopsi di dunia.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)
