jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan sikap tegas terkait masuknya modal asing maupun domestik ke wilayahnya. Sultan menyatakan bahwa setiap investor wajib mengutamakan kelestarian lingkungan hidup demi menjaga keselarasan dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana.
Dalam pernyataannya di Kompleks Kepatihan, Sultan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DIY tidak akan segan menolak investasi yang dinilai berpotensi merusak ekosistem atau menimbulkan pencemaran.
"Keselamatan alam hanya dimungkinkan karena kebijakan manusia. Jadi, jangan merusak alam. Kami fokus tidak merusak alam sehingga kami untuk investasi pun lihat-lihat. Kalau hanya merusak alam atau pencemaran lingkungan, lebih baik tidak usah masuk di Jogja," ujar Sultan dengan tegas, Kamis (30/4).
Sultan mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan mayoritas dipicu oleh perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, alam memiliki cara tersendiri untuk "membalas" melalui bencana bilamana keseimbangannya diganggu.
"Jadi, bagaimana menjaga alam ciptaan-Nya. Bagaimana bisa bijak mengelolanya. Itu saja," katanya.
Menurut dia, fokus pembangunan DIY saat ini mulai bergeser ke arah selatan yang menyimpan potensi besar di sektor kelautan, pariwisata, dan UMKM. Namun, Sultan mengakui masih ada kendala struktural, terutama terkait aksesibilitas.
Meskipun Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan tol sedang dikembangkan, infrastruktur tersebut lebih banyak menghubungkan sisi barat dan timur.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4270826/original/010293200_1671790149-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478324/original/007254400_1768898639-MIROSLAV-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5173290/original/082325700_1742827637-20250324BL_Konpers_Prematch_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Bahrain_6.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468759/original/079510500_1768014379-The_Jakmania_Persija-22.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5103420/original/086995100_1737456653-Timnas_Indonesia_-_Aksi-Aksi_Rizky_Ridho_di_Timnas__Persija_dan_Persebaya_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478143/original/067572000_1768893002-ramos.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244236/original/046656300_1749145008-20250605BL_Timnas_Indonesia_Vs_China_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-20.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425295/original/049947100_1764220613-Ian_Puleio.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5461778/original/027475200_1767441213-20260103AA_BRI_Super_League_Persija_Jakarta_vs_Persijap_Jepara-06.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474434/original/091661500_1768476949-IMG_8029.jpeg)
