jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyayangkan hasil imbang yang diterima anak asuhnya saat laga melawan Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
Tavares mengatakan seharusnya Green Force bisa bermain lebih baik pada babak pertama, dalam lanjutan kompetisi BRI Super League yang berlangsung pada Sabtu (19/9) itu.
“Menurut saya, kami bisa bermain lebih baik pada babak pertama. Kami memiliki beberapa peluang, begitu juga dengan tim lawan,” kata Tavares saat konferensi pers di Stadion GBT.
Pelatih asal Portugal tersebut juga menyayangkan sepakan kaki kiri Miguel Pereira pada menit 47, tidak disahkan sebagai gol oleh wasit setelah melalui pengecekan VAR.
Selain itu, gol yang diciptakan oleh Alex Martins setelah memanfaatkan umpan Jefferson Silva pada menit 84, juga gagal memberikan tambahan tiga poin bagi Persebaya.
“Kami sempat mencetak satu gol, tetapi setelah VAR menyatakan gol tersebut tidak sah. Kami mencetak gol lainnya, setelah itu tidak bisa menganggap gol tersebut sebagai gol,” jelasnya.
Tavares menilai Tim Bajol Ijo telah membiarkan Christian Frydek memberikan umpan ke tengah kotak pinalti. Kemudian, Hamra Hehanusa leluasa memasukkan bola ke dalam gawang.
“Kami membiarkan mereka melakukan umpan ke tiang kedua dan mencetak gol, itu merupakan peluang yang mereka miliki pada babak kedua,” ujarnya.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















