jatim.jpnn.com, MALANG - Petugas mengalami kendala cuaca ketika akan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, menggunakan helikopter water bombing, Minggu (13/9).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan salah satu kendala pemadaman dengan helikopter water bombing adalah angin kencang
"Kami siap melakukan water bombing, tetapi cuaca tidak mendukung, angin kencang itu yang menghambat helikopter saat akan naik,” kata Satriyo di Jemplang, Kabupaten Malang.
Selain itu, Satriyo menyebut awan tebal juga membuat jarak pandang petugas menjadi terbatas. Dengan demikian, pihaknya menghentikan sementara helikopter water bombing.
Satriyo mengungkapkan petugas melanjutkan pemadaman di kawasan Gunung Bromo melalui jalur darat. Mereka memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia di lokasi.
"Kami berupaya supaya api tidak merambat ke pemukiman, fokusnya di situ," ujarnya.
Faktor angin kencang itu disebut turut menyebabkan titik kebakaran yang awalnya di Sabana Pengol, Kabupaten Probolinggo, semakin meluas ke area Jemplang, Kabupaten Malang.
BPBD Jawa Timur telah melakukan pemadaman menggunakan helikopter water bombing sejak Jumat (11/9). Di sisi lain, api masih menyala hingga sekarang di kawasan Gunung Bromo.



















.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















