Tolong, Warga Korban Gempa di Desa Sisir, Manggarai Timur Flores Belum Dapat Bantuan

3 days ago 8

Tolong, Warga Korban Gempa di Desa Sisir, Manggarai Timur Flores Belum Dapat Bantuan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Warga korban gempa membangun tenda darurat sendiri di Desa Sisir, Manggarai Timur, Flores, NTT. Foto: source for JPNN.

jpnn.com, MANGGARAI - Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT termasuk wilayah yang terdampak gempa bumi magnitude 7,7 pada Sabtu (15/8) lalu. Namun, di lokasi tersebut belum semua warga korban gempa mendapatkan bantuan termasuk dari pemerintah setempat. Salah satunya di Desa Sisir, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, NTT.

Hal ini disampaikan Aldo Meze,  salah satu mahasiswa KKN Gerakan Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem yang berada bersama warga di desa tersebut. Aldo bersama teman-temannya berjumlah 33 mahasiswa  sudah berada di lokasi untuk KKN sebelum gempa tersebut meluluhlantakkan rumah-rumah warga setempat. Kini mereka berupaya membantu warga yang menjadi korban gempa. 

“Sampai dengan detik ini, belum ada bantuan yang datang ke sini (Desa Sisir). Masyarakat sampai dengan saat ini belum bisa ke mana-mana belum bisa beraktivitas dengan normal, karena masih trauma dan takut dengan banyaknya gempa susulan,” ujar Aldo saat dihubungi tim JPNN.com, pada Senin (17/8).

Menurut Aldo, lokasi desa tersebut cukup dekat dengan titik gempa. Berdasarkan catatan dan pengamatan para mahasiswa rekan-rekan Aldo, saat ini terdapat sekitar 50an rumah warga yang roboh dan rusak parah. Kemudian sekitar 60 rumah yang mengalami retak-retak akibat gempa susulan magnitude 5,8  terjadi berulang sepanjang hari ini.

Aldo mengatakan masyarakat setempat sangat mengharapkan bantuan makanan karena selama beberapa hari ini warga yang mengungsi dengan membangun tenda darurat secara mandiri hanya mengandalkan makanan berbagi di antara mereka.

“Untuk makan, warga makanan seadanya. Kami harap mungkin ada bantuan-bantuan seperti sembako, makanan siap saji, dan juga susu untuk anak bayi balita,” sambung Aldo.

Aldo menjelaskan di antara warga pengungsi paling banyak anak-anak, bayi, lansia dan ibu hamil. Ibu hamil berjumlah 10 orang. Semua kalangan rentan tersebut saat ini bertahan tidur di tenda darurat yang mereka bangun bersama para mahasiswa KKN.

“Ini lebih banyaknya itu anak yang umur enam bulan sampai dengan umur dua tahun. Itu yang mungkin sangat butuh perhatian dan juga ibu hamil. Untuk bantuan itu kami mohon sekali, kalaupun ada, mungkin bisa disalurkan di Desa Sisir,” tuturnya.

Saat ini terdapat sekitar 50an rumah warga yang roboh dan rusak parah di Desa Sisir, Manggarai Timur, Flores, NTT.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |