jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengungkap bahwa kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) yang berlaku sejak April 2026 mengefesiensi anggaran perjalanan dinas hingga Rp1,95 triliun.
WFH ASN sehari dalam sepekan juga menghemat anggaran utilitas pemerintah mencapai Rp65,6 miliar.
Sementara itu, tercatat kenaikan 100.817 dokumen Tanda Tangan Elektronik (TTE) secara nasional sebagai bukti percepatan digitalisasi proses birokrasi.
Menteri Rini menekankan kebijakan fleksibilitas kerja bukan semata-mata terkait pengaturan lokasi kerja ASN.
Namun, bagian dari transformasi sistem kerja pemerintahan yang menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Rini menyatakan efisiensi bukan berarti mengurangi layanan, tetapi mengubah cara negara bekerja.
"Fleksibilitas kerja adalah pintu masuknya, sementara transformasi digital pemerintah adalah perubahan utamanya," ujar Rini pada Sabtu (30/5).
Pemerintah mengeklaim kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)