151 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Wilayah Perkotaan Jadi Titik Rawan

1 hour ago 4

Minggu, 20 September 2026 – 23:40 WIB

151 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Wilayah Perkotaan Jadi Titik Rawan - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Kasus kekerasan terhadap perempuan di Jogja. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jogja.jpnn.com, BANTUL - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan tren yang perlu diwaspadai.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul mencatat telah menangani 151 kasus hingga sejak Januari hingga Juli 2026.

Laporan kekerasan ini paling banyak terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga yang padat penduduk.

Empat wilayah kapanewon (kecamatan) yang mencatatkan tingkat kejadian dan laporan tertinggi meliputi Banguntapan, Sewon, Kasihan, serta Kapanewon Bantul.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan DP3APPKB Bantul Tatik Windarti mengatakan tingginya temuan kasus di kawasan perkotaan tersebut sejalan dengan pola kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.

Akses informasi, tingginya mobilitas warga, serta interaksi sosial yang padat di wilayah perkotaan disinyalir menjadi faktor pemicu sekaligus alasan mengapa laporan lebih banyak muncul dari daerah-daerah tersebut.

"Ini di wilayah Bantul yang perkotaan, Banguntapan, Sewon, Kasihan, dan juga Kapanewon Bantul," ujar Tatik di Bantul, Minggu (20/9).

Tatik menegaskan angka 151 kasus yang terdata hingga pertengahan tahun ini hanyalah puncak dari fenomena gunung es.

DP3APPKB Bantul mendata bahwa ada 151 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak Januari hingga Juli 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |