jogja.jpnn.com, SERANG - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra tak bisa menyembunyikan rasa kecewa seusai timnya dipaksa bertekuk lutut 1-2 dari Dewa United pada laga pekan ketiga Super League 2026/27 di Banten International Stadium, Minggu sore (20/9).
Juru taktik asal Belanda itu menilai hasil imbang seharusnya menjadi cerminan yang lebih adil bagi kedua tim.
Dalam laga tersebut, PSS Sleman sempat tertinggal dua gol lebih dahulu lewat aksi Taisei Marukawa (49') dan Carlos Iury (58').
Laskar Sembada sempat menipiskan ketertinggalan melalui gol Christophe Nduwarugira pada menit ke-72, tetapi gagal mencetak gol penyeimbang hingga laga usai.
Dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan, Pieter Huistra menyebut anak asuhnya hanya kurang beruntung di momen-momen krusial.
"Pertandingan seperti ini cukup seimbang, di mana satu atau dua momen kecil membuat perbedaan besar. Saya pikir hari ini kami sedikit tidak beruntung dengan dua gol yang bersarang ke gawang kami," ujar Pieter.
Coach Pieter mengatakan mereka berusaha untuk menyamakan kedudukan sampai detik-detik terakhir pertandingan.
"Kami sendiri punya beberapa peluang di akhir laga untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Menurut saya akan menjadi cerminan pertandingan yang lebih adil," tambahnya.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















