ASMIHA 2026, Dokter Jantung Indonesia Kompetitif, Mengapa Pasien Pilih Luar Negeri?

4 hours ago 3

ASMIHA 2026, Dokter Jantung Indonesia Kompetitif, Mengapa Pasien Pilih Luar Negeri?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Forum Editorial Annual Scientific Meeting of the Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2026 bertajuk Beyond Borders: Trust, Training, and the Future of Indonesian Cardiology yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) resmi dibuka di Jakarta, Kamis, 16 JulI 2026. Foto dokumentasi ASMIHA

jpnn.com, JAKARTA - Kompetensi dokter jantung Indonesia dinilai telah mampu bersaing dengan standar global. Namun, kemampuan klinis dan kecanggihan teknologi saja belum cukup untuk menghentikan masyarakat mencari layanan kesehatan ke luar negeri.

Kepercayaan pasien, kemudahan akses, komunikasi yang humanis, hingga waktu tunggu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk membangun kemandirian layanan jantung nasional.

Persoalan tersebut menjadi sorotan dalam forum Editorial Annual Scientific Meeting of the Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2026 bertajuk Beyond Borders: Trust, Training, and the Future of Indonesian Cardiology yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Forum itu mempertemukan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, penyedia layanan kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk membahas transformasi ekosistem kardiologi Indonesia. Pembahasan dinilai mendesak karena penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Serangan jantung dan stroke merenggut hampir 800 ribu nyawa setiap tahun.

"Di tengah tingginya beban penyakit tersebut, Indonesia juga menghadapi meningkatnya mobilitas pasien yang memilih menjalani pengobatan di luar negeri," kata Ketua The 35th ASMIHA 2026, dr. Amir Aziz Alkatiri, Sp.JP(K), Kamis (16/7).

Dia menyebutkan ASMIHA tahun ini diikuti sekitar 2.500 peserta. Mereka terdiri atas dokter spesialis jantung, dokter umum, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari Indonesia serta mancanegara.

Menurut Amir, ASMIHA 2026 mengusung pendekatan yang lebih multidisiplin dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Forum ini tidak hanya membahas perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran jantung, tetapi juga persoalan sistemik dalam pelayanan kesehatan.

“ASMIHA tidak lagi hanya membahas perkembangan ilmu kardiologi, tetapi juga penguatan sistem layanan jantung Indonesia, mulai dari pendidikan dokter spesialis, pemerataan layanan, pembiayaan, hingga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di dalam negeri,” ujar Amir.

ASMIHA 2026, Dokter jantung Indonesia kompetitif, tetapi mengapa pasien pilih luar negeri?

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |