jateng.jpnn.com, SEMARANG - Minat orang tua menyekolahkan anak ke sekolah dasar (SD) negeri di Kota Semarang, Jawa Tengah menurun. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menyebut kondisi itu bukan dipicu oleh keberadaan Sekolah Rakyat (SR).
Kepala Disdik Kota Semarang M Ahsan mengatakan belum menemukan adanya keterkaitan antara penurunan minat terhadap SD negeri dengan hadirnya program SR.
“Saya belum menemukan hubungannya di situ. Jadi Sekolah Rakyat, kan, positif karena ini untuk warga desil 1 dan desil 2 agar bisa mendapatkan perhatian yang lebih baik dari negara. Jadi, menurut saya tidak ada korelasi yang signifikan antara keberadaan Sekolah Rakyat dengan posisi ini,” ujar Ahsan kepada JPNN.com di SR Kota Semarang, Kamis (16/7).
Kendati demikian, dirinya menduga adanya migrasi ke SD swasta, madrasah ibtidaiyah (MI) negeri atau swasta dan lembaga pendidikan lainnya.
“Ini menjadi perhatian kami bahwa ada pilihan masyarakat yang bergeser, sehingga kami perlu evaluasi yang lebih mendalam mengapa beberapa SD negeri itu tidak menjadi pilihan masyarakat,” ujarnya.
Dari jumlah penghitungannya, lulusan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Semarang sebanyak 22.567 murid melebihi kuota SD negeri yang hanya sekitar 14.530. Seharusnya, jika tidak ada masalah, SD negeri bisa menolak murid baru.
Ke depan, dalam evaluasi yang dilakukannya, akan mendata problem tiap sekolah yang kekurangan murid. Termasuk melebarkan kuota afirmasi, dan mengintervensi sarana prasarana agar tak kalah dengan SD swasta.
“Nanti kami akan berikan kalau perlu afirmasi-afirmasi, mungkin melengkapi sarana prasarana, intervensi di situ, peningkatan mutu pembelajaran, peningkatan mutu gurunya. Tentu setiap sekolah yang kekurangan murid itu mungkin punya problem berbeda-beda,” ujarnya.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536895/original/005142200_1774348762-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)


