Pukat UGM: Integritas Aparat Kunci Ungkap Kasus MBG

4 hours ago 5

 Integritas Aparat Kunci Ungkap Kasus MBG

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainul, menilai fenomena perlawanan balik dari pihak yang diduga terlibat korupsi merupakan hal nyata dalam proses penegakan hukum, terutama pada perkara besar yang melibatkan banyak kepentingan. Ilustrasi/Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainul, menilai fenomena perlawanan balik dari pihak yang diduga terlibat korupsi merupakan hal nyata dalam proses penegakan hukum, terutama pada perkara besar yang melibatkan banyak kepentingan.

Pandangan itu disampaikan Zainul ketika dimintai tanggapan terkait dinamika penanganan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka.

Menurut Zainul, serangan balik terhadap aparat penegak hukum dapat diminimalkan apabila institusi tersebut dijalankan oleh aparat yang memiliki integritas tinggi dan bebas dari praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa kerentanan aparat justru muncul ketika mereka sendiri terlibat dalam perilaku koruptif.

“Corruptor fight back itu nyata. Maka agar tidak mudah diserang balik, aparat penegak hukumnya tidak boleh korup. Kalau aparat penegak hukumnya korup, dia mudah diserang balik,” kata Zainul, Kamis (16/7).

Lebih lanjut, Zainul mengukur keberhasilan pemberantasan korupsi bukan sekadar dari banyaknya perkara yang diproses, melainkan dari terciptanya efek jera yang mampu menekan angka korupsi secara signifikan. Menurutnya, konsistensi penegakan hukum menjadi faktor utama untuk menghasilkan efek jera yang tinggi.

“Keberhasilan aparat penegak hukum itu ketika korupsinya sudah sedikit. Korupsi yang sedikit lahir dari deterrent effect yang tinggi, sedangkan deterrent effect yang tinggi lahir dari penegakan hukum yang konsisten,” ujarnya.

Pernyataan itu mengemuka di tengah proses hukum perkara dugaan korupsi MBG yang terus bergulir. Kasus tersebut dinilai sebagai ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjaga independensi, profesionalisme, dan konsistensi, terutama ketika perkara menyentuh pihak-pihak dengan posisi strategis.

Pengamat menilai pengungkapan kasus korupsi besar tidak hanya bergantung pada alat bukti, tetapi juga pada kemampuan aparat mempertahankan integritas lembaga dari berbagai tekanan maupun upaya pelemahan selama penyidikan berlangsung. (tan/jpnn)


Pukat UGM sebut perlawanan koruptor nyata, integritas aparat penegak hukum jadi kunci keberhasilan ungkap kasus MBG.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |