jateng.jpnn.com, SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau berupa abu vulkanis hingga kini belum memasuki wilayah Jawa Tengah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Jateng Muhammad Chomsul mengatakan informasi yang beredar di media sosial terkait sebaran abu vulkanis yang disebut telah masuk Jateng belum terbukti.
“Kami sudah mendata masing-masing wilayah melaporkan dampak vulkanis secara langsung atau tidak langsung dari 35 kabupaten kota. Namun, memang belum ada,” kata Chomsul kepada JPNN.com, Senin (7/9).
Meski belum ada dampak yang terdeteksi, pihaknya mengimbau masyarakat tetap melakukan langkah antisipasi apabila abu vulkanis masuk ke wilayah Jawa Tengah.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.
Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika sebaran abu vulkanis nantinya memasuki wilayah Jateng.
“Itu kalau terjadi, ini sampai sekarang kan memang belum, tetapi untuk antisipasi itu supaya kita terhindar dari bahaya dampak dari abu vulkanis,” katanya.
Chomsul mengatakan potensi sebaran abu vulkanis dari Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena jenis ancaman tersebut relatif berbeda dengan bencana yang selama ini lebih sering dihadapi sejumlah wilayah di Jateng.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)










