Dukung Lansia Sehat Bebas Dekubitus, Unicharm dan PPNI Edukasi Tenaga Medis

5 hours ago 1

Dukung lansia sehat bebas dekubitus, Unicharm dan PPNI edukasi ke lebih dari 1.000 tenaga medis. Foto: Source

jpnn.com, JAKARTA - Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di bulan Mei, PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) melalui brand popok dewasa Lifree berkolaborasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DKI Jakarta menyelenggarakan webinar nasional bertajuk "Menuju Nol Dekubitus: Manajemen Keperawatan Komprehensif Inkontinensia Urine & Kesehatan Kulit Lansia".

Kegiatan ini menghadirkan pakar kesehatan Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.D.V.E, Subsp.D.A.I., FINSDV, FAADV dan Ns. Eka Widiati, M.Kep., Sp.Kep.An, ETN, serta diikuti oleh lebih dari 1.000 tenaga medis untuk memperdalam pemahaman tentang cara merawat lansia yang tepat.

Berdasarkan data resmi dari Survei Penduduk Antar Sensus 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini Indonesia mulai memasuki periode ageing population di mana jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai sekitar 34,07 juta jiwa, atau 12% dari total jumlah penduduk.

Di sisi lain, kualitas hidup (quality of life) lansia di Indonesia dinilai masih belum ideal. Salah satu penyebabnya adalah masih tingginya angka kejadian luka dekubitus (luka tekan), di mana data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa tingkat prevalensinya mencapai di atas 30%.

Luka dekubitus menjadi salah satu permasalahan sosial karena tidak hanya memengaruhi kualitas hidup lansia, melainkan juga berdampak pada beban psikologis serta fisik bagi keluarga maupun perawat (caregiver) di sekitarnya. Sebagai respons terhadap tantangan ini, Lifree terus memberikan edukasi dan mempromosikan cara perawatan yang tepat.

Q1 Mengapa lansia lebih rentan terkena dekubitus?
Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp. DAI, FINSDV, FAADV menjelaskan bahwa lansia beresiko terkena luka dekubitus karena tekanan konstan akibat tubuh yang berada dalam satu posisi statis terlalu lama, juga pajanan urin maupun kotoran yang terjadi berulang pada kulit sehingga menimbulkan kelembapan, meningkatkan pH serta merusak fungsi pelindung kulit.

Kondisi kulit yang lembap ini menjadikannya lebih mudah mengalami maserasi, erosi, iritasi, serta sangat rentan terhadap gesekan (friction) dan pergeseran (shear).

Q2 Perawatan seperti apa yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah dekubitus?
Ns. Eka Widiati, M.Kep., Sp.Kep.An, ETN membagikan lima langkah praktis bagi perawat maupun keluarga di rumah guna mencegah timbulnya luka dekubitus.

Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional, Unicharm dan PPNI memberikan edukasi kepada 1.000 tenaga medis.

Read Entire Article
Kabar berita |