Ekonom Ungkap Indonesia di Ambang Perlambatan Ekonomi Indonesia

3 hours ago 8

Ekonom Ungkap Indonesia di Ambang Perlambatan Ekonomi Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami perlambatan ekonomi. Ilustrasi: Ricardo/jpnn)

jpnn.com, JAKARTA - Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami perlambatan ekonomi akibat kombinasi dampak kenaikan suku bunga dan ruang fiskal yang lebih terbatas.

Rully menyampaikan hal itu dalam acara Media Day Mirae Asset Sekuritas di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, memasuki semester kedua 2026 hingga semester pertama 2027, perlambatan berpotensi makin terasa seiring mulai munculnya dampak tertunda (lag effect) dari kenaikan suku bunga.

Rully menyebut pada umumnya efek itu baru dirasakan enam hingga dua belas bulan setelah kebijakan diterapkan.

“Kalau secara ekonomi sebenarnya di hampir seluruh negara itu akan mengalami perlambatan. Jadi kita expect sebenarnya akan ada slowing down tidak hanya di Indonesia, overall di seluruh negara,” kata Rully.

Dia menyebut untuk menjaga stabilitas Rupiah, Bank Indonesia masih perlu menaikkan suku bunga acuan, dan mempertahankan daya tarik aset keuangan Indonesia bagi investor asing melalui kenaikan yield obligasi.

Namun di sisi lain, BI juga tetap memberikan pelonggaran likuiditas, salah satunya dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN). 

“SBN saat ini yang dimiliki oleh Bank Indonesia sudah tertinggi sepanjang sejarah, menembus Rp 2.000 triliun,” ucap Rully.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami perlambatan ekonomi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |