jpnn.com - LONDON - Wanita Polandia Iga Swiatek tak bisa menahan tangis setelah pertandingannya pada babak pertama grand slam Wimbledon 2026 di Centre Court, Wimbledon, London, Selasa (30/6) malam WIB berakhir.
Iga yang menyandang status juara bertahan itu gak kalah.
Dia memenangi pertemuan dengan Taylor Townsend, dalam laga dramatis berdurasi dua jam dua menit, 6-1, 2-6, 6-3.
Apakah Iga menangis karena dia bisa mengalahkan pemain yang mendapat banyak dukungan dari tribune, termasuk dari dua petenis Naomi Osaka dan Katerina Siniakova?
Apakah Iga menangis karena dia bisa keluar dari kemungkinan menjadi juara bertahan Wimbledon yang gugur di babak pertama pada edisi sebelumnya? Seperti Steffi Graf pada 1994 dan Marketa Vondrousova pada 2024?
Bukan.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)

