jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Revitalisasi Jembatan Otto Iskandardinata (Otista) di Kota Bogor menghadirkan wajah baru, serta menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurai kemacetan di pusat kota.
Diketahui, peresmian jembatan tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Desember 2023.
Namun, di balik megahnya infrastruktur baru itu, ada persoalan yang dirasakan warga di bawah dan di sisi jembatan, khususnya di kawasan Lebak Pasar atau Babakan Pasar.
Ketua Komunitas Bogoh Bumi Sunda, Supendy menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi Gang Lebak Pasar, akses utama bagi sekitar tiga RW yang bermukim di kawasan tersebut, yang juga merupakan tetangga langsung kawasan Istana Bogor.
“Kami tidak menolak pembangunan. Kami memahami revitalisasi ini bagian dari upaya memperkuat infrastruktur kota, tetapi pembangunan tidak boleh dilihat hanya dari badan jembatannya saja,” ucapnya, Sabtu (14/2/2026).
Dia menyoroti pola pembangunan jembatan ini, mulai dari pembebasan lahan hingga perubahan kontur.
Menurutnya, ketika proses revitalisasi berlangsung, sejumlah bangunan warga di sisi gang telah dibebaskan dan dirubuhkan.
Kemudian, proses ganti rugi disebut telah berjalan sesuai ketentuan administratif.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


