Kasus Keracunan MBG di Tembok Dukuh, Dinkes Surabaya Temukan Banyak Lalat Saat Masak

5 hours ago 7

Rabu, 13 Mei 2026 – 21:00 WIB

Kasus Keracunan MBG di Tembok Dukuh, Dinkes Surabaya Temukan Banyak Lalat Saat Masak - JPNN.com Jatim

Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengungkapkan fakta mengejutkan saat melakukan investigasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh. Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengungkapkan fakta mengejutkan saat melakukan investigasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh.

Investigasi yang dilakukan itu, untuk mencari tahu penyebab terjadinya insiden keracunan 200 siswa usai mengonsumsi program makan bergizi gratis (MBG). Dugaan sementara pemicu keracunan itu dari menu daging yang baru pertama kali disajikan.

Kepala Dinkes Surabaya dr Billy Mesakh menyampaikan berdasarkan hasil investigasi ditemukan ada mekanisme proses memasak daging yang salah.

"Jadi, daging dalam keadaan beku didefrozz di area yang tidak bersih," kata dr Billy saat rapat dengar pendapat atau hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5).

Proses itu, kata dr Billy memakan waktu hampir dua jam agar daging dapat kembali ke suhu normal.

"Selama itu lingkungan lalat cukup banyak. Lalu trao insect tidak memenuhi standar lalat bisa keluar masuk. Pintu masuk dapur juga mestinya ada penghalang juga tidak ada , mudah sekali insect masuk. Ada area yang kami tangkap juga kemarin jangan jangan tikus juga masuk lewat situ," jelasnya.

Namun, untuk memastikan hal penyebab keracuna. Dinkes masih tetap menunggu hasil uji sampel makanan yang telah dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK).

"Hasil lab memakan waktu 5-7 hari Senin nanti," katanya.

Dinkes Surabaya ungkap hasil investigas di SPPG Tembok Dukuh, proses memasak yang salah diduga jadi penyebab keracunan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |