bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengorbankan kelestarian alam dan lahan pertanian di Bali demi mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek dari pesatnya investasi pariwisata.
Koster menegaskan hal tersebut saat menjadi keynote speaker dalam seminar bertajuk sinergi perlindungan tanah pertanian Bali bersama Kementerian ATR/BPN,
Notaris, dan PPAT di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar Timur, Minggu (20/9) kemarin.
"Jangan karena uang mengorbankan Bali," ujar Koster.
Koster mengatakan Bali menghadapi tekanan pembangunan yang luar biasa besar.
Dengan luas wilayah yang hanya sekitar 5.590 km², kurang dari 0,1 persen luas Indonesia dan populasi 4,4 juta jiwa, Bali harus menampung lonjakan arus wisatawan.
Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencatatkan rekor tertinggi dalam satu dekade mencapai 7,05 juta jiwa, naik 11,4 persen dari 2024.
Ditambah 9,3 juta turis domestik, total kunjungan menembus 16,3 juta orang dan menyumbang devisa hingga Rp 176 triliun, sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional.
Menurut Koster, tingginya aktivitas ekonomi ini memacu pertumbuhan ekonomi Bali hingga 5,82 persen pada 2025, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















