Lansia Tewas Tertemper Commuterline Saat Menyeberang Rel di Cilebut

4 hours ago 2

Lansia Tewas Tertemper Commuterline Saat Menyeberang Rel di Cilebut

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Petugas kepolisian mengevakuasi korban pejalan kaki yang tertemper kereta api di jalur Cilebut-Bogor, Kampung Kedung Halang Pledang, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). ANTARA/HO-Polres Bogor

jpnn.com - KABUPATEN BOGOR - Seorang lanjut usia tewas setelah tertemper kereta commuterline atau KRL saat menyeberang rel di jalur Cilebut-Bogor, tepatnya di Kedung Halang Pledang, Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7). Jajaran Kepolisian Sektor Sukaraja, Polres Bogor, telah melakukan penanganan korban yang diketahui berinisial UHO (61) tersebut.

Korban diketahui merupakan warga Kampung Kukupu, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

Kapolsek Sukaraja AKP Ade Rahmat mengatakan peristiwa itu terjadi ketika korban UHO menyeberang rel dari Gang Haji Marhadi menuju Jalan Perumahan Bumi Pertiwi.

"Korban sedang menyeberang rel, kemudian datang kereta api dari arah Jakarta menuju Bogor. Masinis telah membunyikan semboyan 35, namun korban diduga tidak mendengarnya sehingga tertemper kereta,"  kata Ade di Bogor. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan segera dievakuasi ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan terkait insiden tersebut.

Ade menyebutkan situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan kondusif setelah proses evakuasi korban selesai dilakukan.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi jalur KA, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberang demi menghindari kecelakaan. (antara/jpnn)

Seorang lansia tewas setelah tertemper commuterline atau KRL saat menyeberang rel di jalur Cilebut-Bogor.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |