jpnn.com, KALTENG - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berkantor di Kalimantan Tengah (Kalteng) demi memantau penanganan karhutla.
Hal demikian seperti disampaikan Suharyanto setelah melihat langsung penanganan karhutla di Kalteng, Senin (21/9).
“Kami berdua juga yang tadinya hanya berkunjung kembali memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalteng,” kata Suharyanto, Senin.
Dia menyebutkan Satgas Darat yang dibentuk pemerintah tercatat mampu memadamkan 150 hektare lahan di Kalteng dalam sehari.
Namun, ujar Suharyanto, penanganan belum selesai karena setiap hari masih muncul titik kebakaran baru dan beberapa lokasi di lahan gambut kembali menyala api.
Menurut Suharyanto, ada dua faktor yang dapat membantu mengurai asap, yakni angin dan hujan. Pemerintah pun mengupayakan hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Satu pesawat OMC yang berada di Bandara Cilik Riwut sebelumnya tidak dapat beroperasi karena jarak pandang atau visibility rendah.
Pemerintah demi mengatasi kendala tersebut, dengan memindahkan operasi OMC dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















