jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen memulihkan sektor pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa bumi melalui program revitalisasi 1.487 satuan pendidikan.
"Informasi di NTT terkait dengan komitmen kami untuk daerah bencana, kami akan melakukan revitalisasi termasuk SDN tadi itu (SDN Mboeng) sebanyak 1.487 satuan pendidikan di NTT saja," kata Mendikdasmen dalam rapat dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin.
Abdul Mu'ti menegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya.
Terpisah, sebelumnya Kemendikdasmen menganggarkan sebesar Rp1,2 triliun untuk merevitalisasi satuan pendidikan di wilayah NTT.
Perbaikan tersebut menyasar sejumlah bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun ruang belajar yang selama ini masih menggunakan bangunan darurat.
Besarnya anggaran tersebut menunjukkan bahwa perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu agenda penting pemerintah, khususnya untuk daerah yang masih menghadapi persoalan keterbatasan infrastruktur sekolah.
Kemendikdasmen berharap revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan yang rusak, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan mendukung proses belajar mengajar.
Ketersediaan ruang kelas yang layak menjadi bagian penting dalam memastikan siswa dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus berada dalam kondisi bangunan yang membahayakan.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















