Menjelang Muktamar NU, Ulama Nahdiyin Serukan Tolak Serangan Fajar

3 hours ago 5

Menjelang Muktamar NU, Ulama Nahdiyin Serukan Tolak Serangan Fajar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menyerukan penolakan terhadap politik uang atau risywah menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menyerukan penolakan terhadap politik uang atau risywah menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Para ulama meminta seluruh pemilik suara menjaga marwah organisasi dan tidak menjadikan proses pemilihan sebagai transaksi.

Seruan itu disampaikan dalam Halaqah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bertema Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Jakarta, Jumat (21/8).

Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menilai praktik yang bertentangan dengan prinsip AHWA justru mulai muncul menjelang muktamar.

“Tujuan AHWA untuk menghindari politik uang, tetapi sekarang malah ditengarai terjadi pelanggaran. Ada indikasi ‘tembak di tempat’ dan paket lengkap dari luar,” kata Kiai Mujib kepada wartawan.

Dia menegaskan proses penentuan AHWA harus dikembalikan pada aturan dan marwah organisasi. Menurutnya, seluruh pihak perlu memastikan pemilihan berlangsung tanpa tekanan maupun transaksi.

Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif juga menyoroti hubungan antara Rais Aam Kiai Miftahul Ahyar dan Ketum PBNU Gus Yahya. Dia menilai proses ishlah yang sebelumnya dilakukan belum menyelesaikan persoalan secara substantif.

“Ishlah itu hanya formalistik. Sampai sekarang sejatinya tidak pernah ada ishlah antara keduanya,” ujar KH Samsul.

Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menyerukan penolakan terhadap politik uang atau risywah menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |