PDASRH Perkuat Rehabilitasi Mangrove di Sumatra melalui Program M4CR

8 hours ago 3

Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) memperkuat rehabilitasi mangrove melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Dok: source for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) memperkuat rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir Sumatra, khususnya di Provinsi Riau dan Sumatera Utara, melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Program yang didukung pendanaan Bank Dunia tersebut diarahkan untuk memulihkan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pantai dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Program M4CR menargetkan rehabilitasi mangrove sekitar 41 ribu hektare hingga tahun 2027 di 4 provinsi prioritas, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga pada penguatan tata kelola ekosistem pesisir, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan usaha berbasis sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH sekaligus Executive Director Program M4CR, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan rehabilitasi mangrove perlu dilakukan secara terpadu agar memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Pemulihan ekosistem pesisir tidak boleh berhenti pada penanaman mangrove saja. Rehabilitasi harus diperkuat dengan pengembangan rencana usaha rehabilitasi hutan dan lahan, penetapan desa peduli mangrove, serta regulasi desa agar mangrove yang ditanam dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat,” kata Zainal Arifin.

Dia menambahkan bahwa mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami pesisir yang mampu menahan abrasi dan intrusi air laut, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan perkebunan pesisir.

Di Provinsi Riau, rehabilitasi mangrove melalui program M4CR telah dilaksanakan di 5 kabupaten, yakni Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti. Hingga 2025, capaian rehabilitasi mangrove di wilayah tersebut mencapai sekitar 3.124 hektare dengan lebih dari 9,6 juta bibit mangrove tertanam, serta melibatkan 131 kelompok masyarakat di 62 desa.

Selain kegiatan rehabilitasi, penguatan tata kelola mangrove juga dilakukan melalui penetapan 126 Desa Mandiri Peduli Mangrove serta pengesahan 44 peraturan desa sebagai dasar perlindungan ekosistem mangrove di tingkat lokal.

Upaya rehabilitasi mangrove menjadi sangat penting bagi wilayah pesisir seperti Desa Kuala Selat Kabupaten Indragiri Hilir, yang sebelumnya mengalami kerusakan lingkungan akibat abrasi dan intrusi air laut. Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 1.900 hektare kebun kelapa milik masyarakat mati, sehingga berdampak langsung terhadap sumber penghidupan warga.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) memperkuat rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir Sumatra.

Read Entire Article
Kabar berita |