Pertamina dan Boeing Teken MoU, Siap Jajaki Pengembangan Ekosistem SAF di Indonesia

5 hours ago 6

Pertamina dan Boeing Teken MoU, Siap Jajaki Pengembangan Ekosistem SAF di Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kiri) di acara penandatangan MoU dengan Boeing untuk menjajaki pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia. Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan Boeing [NYSE: BA] menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan dan percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).

Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus mendorong pengembangan SAF sebagai salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan sekaligus mendukung terciptanya industri penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Berdasarkan laporan ASEAN 2050 SAF Outlook, Indonesia menempati peringkat tiga besar di ASEAN dengan potensi surplus produksi SAF terbesar yang diproyeksikan mencapai 2,2 juta barel per hari pada 2050.

Melalui kerja sama ini, Pertamina dan Boeing akan berkolaborasi dalam menjajaki berbagai aspek pengembangan ekosistem SAF di Indonesia, termasuk identifikasi potensi bahan baku (feedstock), pengembangan teknologi, serta dukungan terhadap pengembangan kebijakan yang diperlukan guna mempercepat implementasinya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan bagi Pertamina, kolaborasi ini bukan sekadar pengembangan bahan bakar, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri SAF nasional.

"Dengan potensi sumber daya domestik yang melimpah, kapabilitas pengolahan Pertamina, serta keahlian global Boeing di sektor aviasi, kami optimistis kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan industri SAF yang berdaya saing, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan," kata Simon.

Boeing memperkirakan lalu lintas penumpang udara di Asia Tenggara akan tumbuh rata-rata 7 persen per tahun dengan kebutuhan mencapai 4.885 pesawat baru hingga 2044.

Di tengah pertumbuhan tersebut, pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) menjadi salah satu solusi penting untuk menekan emisi karbon sektor aviasi.

Pertamina dan Boeing menandatangani MoU untuk menjajaki pengembangan ekosistem SAF di Indonesia

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |