kaltim.jpnn.com, PENAJAM PASER UTARA - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengungkapkan penyelidikan dilakukan untuk mendapatkan kepastian penyebab peristiwa yang terjadi pada Rabu (11/2) itu.
"Apabila dalam pengembangan ditemukan ada unsur kesengajaan atau kelalaian, maka proses hukum akan dilakukan," tegas AKBP Andreas, Minggu (15/2).
"Belum dapat disimpulkan adanya unsur membahayakan nyawa, tapi proses penyelidikan tetap berjalan," tambahnya.
Sebanyak 25 siswa mendapat penanganan medis di Puskesmas Waru, karena mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah hingga sesak napas, diduga setelah mengonsumsi menu MBG.
Dia menyampaikan tim gabungan dari Polres PPU, pemerintah kabupaten, dan dinas kesehatan setempat sudah turun ke lokasi saat kejadian dilaporkan.
Seluruh sampel makanan telah diamankan dan tengah dilakukan uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten PPU guna memastikan penyebab pasti keluhan yang dialami siswa penerima manfaat Program MBG.
"Menu MBG disalurkan SPPG Kecamatan Waru yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka," ungkapnya.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


