jpnn.com, JAKARTA - PTPN IV PalmCo menilai Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu strategi memperkuat produktivitas dan keberlanjutan usaha petani mitra sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku sawit untuk mendukung program B50.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan penguatan kemitraan dilakukan melalui peremajaan kebun, peningkatan produktivitas, pendampingan budidaya, hingga kepastian penyerapan hasil.
“Peningkatan kebutuhan sawit untuk sektor energi perlu diikuti dengan penguatan produktivitas kebun rakyat,” ujar Jatmiko, di Jakarta, Rabu (17/9).
Menurut dia, langkah tersebut penting agar tambahan kebutuhan bahan baku biodiesel dapat dipenuhi secara berkelanjutan, tanpa memberikan tekanan terhadap ketersediaan CPO untuk kebutuhan pangan maupun industri lainnya.
“Petani sawit adalah pilar utama industri ini. Sekitar 30 persen pasokan bahan baku pengolahan industri di PalmCo berasal langsung dari hasil kebun petani rakyat,” jelas Jatmiko.
Oleh karena itu, peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri sawit sekaligus menjawab kebutuhan energi nasional.
Peran petani mitra tersebut tercermin dari realisasi pembelian tandan buah segar (TBS) PalmCo hingga Juli 2026 yang mencapai 2,095 juta ton.
Khusus pada Juli 2026, pembelian TBS dari petani mitra mencapai 361.494 ton, meningkat 40,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.





.jpeg)


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













