jpnn.com, JAKARTA - Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman menyebut Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengubah potensi bangsa menjadi kekuatan nasional.
Hal demikian disampaikan dia dalam FGD Kepemimpinan dan Lingstra Nasional MPP PKS di Aula Utama Kantor DPTP PKS, Jakarta, Selasa (15/9).
Sohibul menyebut ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan semata soal seberapa besar sumber daya yang dimiliki, tetapi kemampuan mengonversi potensi menjadi kapasitas, produktivitas, dan kemajuan.
“Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu melipatgandakan potensi yang ada,” ujar dia dalam keterangan persnya, Rabu (16/9).
Sohibul menyebut pemimpin juga tidak cukup hanya berperan sebagai administrator, melainkan harus menjadi value creator yang mampu menemukan, mengorganisasi, dan mengembangkan kekuatan bangsa.
“Kepemimpinan harus mampu merawat apa yang sudah ada dan mengembangkan apa yang belum ada. Jadi, bukan hanya menjaga, tetapi juga menciptakan kemajuan,” katanya.
Dalam perspektif kepemimpinan Islam, Sohibul mengingatkan empat karakter utama yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, yakni sidik, amanah, fatanah, dan tablig.
Sidik, kata dia, menegaskan pentingnya kejujuran dan integritas, amanah menuntut tanggung jawab dan kemampuan menjaga kepercayaan.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













