Tantangan Arsitektur Modern di Bali: Antara Estetika, Regulasi & Kearifan Lokal

2 weeks ago 6

Sabtu, 14 Februari 2026 – 20:25 WIB

 Antara Estetika, Regulasi & Kearifan Lokal - JPNN.com Bali

Pemerhati pembangunan sekaligus Direktur PT Maha Widya Konsultan I Gede Adi Pawitra. Foto: Source for JPNN

bali.jpnn.com, DENPASAR - Menjadi seorang arsitek tidak sekadar merancang bangunan, estetika, atau koordinasi teknis semata.

Seorang arsitek memikul tanggung jawab moral, komitmen, dan hukum atas setiap garis desain yang mereka torehkan.

Menjadi arsitek di Bali membawa tantangan yang jauh berbeda.

Terlebih bagi seorang Nak Bali (putra daerah), tanggung jawab tersebut berkelindan dengan janji menjaga keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.

Direktur PT Maha Widya Konsultan I Gede Adi Pawitra, S.T., M.T. mengatakan pembangunan sering kali disalah artikan sekadar deretan beton masif, gedung pencakar langit, dan modernisasi fisik yang dingin.

Pembangunan Bukan Sekadar Fisik

Bagi Adi Pawitra, sapaan akrabnya, pembangunan di Bali memiliki dimensi yang jauh lebih dalam.

Seorang arsitek memikul tanggung jawab moral, komitmen, dan hukum atas setiap garis desain yang mereka torehkan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |