bali.jpnn.com, DENPASAR - Menjadi seorang arsitek tidak sekadar merancang bangunan, estetika, atau koordinasi teknis semata.
Seorang arsitek memikul tanggung jawab moral, komitmen, dan hukum atas setiap garis desain yang mereka torehkan.
Menjadi arsitek di Bali membawa tantangan yang jauh berbeda.
Terlebih bagi seorang Nak Bali (putra daerah), tanggung jawab tersebut berkelindan dengan janji menjaga keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.
Direktur PT Maha Widya Konsultan I Gede Adi Pawitra, S.T., M.T. mengatakan pembangunan sering kali disalah artikan sekadar deretan beton masif, gedung pencakar langit, dan modernisasi fisik yang dingin.
Pembangunan Bukan Sekadar Fisik
Bagi Adi Pawitra, sapaan akrabnya, pembangunan di Bali memiliki dimensi yang jauh lebih dalam.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


