jatim.jpnn.com, MALANG - Arema FC menunjukkan efektivitas tinggi saat mengawali kompetisi BRI Super League 2026/27. Menjamu Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9), Singo Edan menang telak 4-0 dan langsung memuncaki klasemen sementara.
Menariknya, tiga dari empat gol Arema FC lahir melalui situasi bola mati. Diego Landis membuka keunggulan lewat sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok.
Marcos Vinicius kemudian menggandakan keunggulan melalui skema bola mati. Sementara itu, Mauro Zijlstra melengkapi pesta gol setelah memanfaatkan kemelut yang terjadi dari situasi sepak pojok.
Efektivitas tersebut membuat variasi bola mati Arema FC mengingatkan pada sejumlah klub Eropa yang dikenal memiliki skema set piece, salah satunya Arsenal.
Pelatih Arema FC Marcos Santos mengatakan variasi bola mati memang menjadi salah satu bagian yang terus dipersiapkan timnya.
“Mengenai bola mati, semua tim di dunia saat ini sepak bolanya sangat mirip. Apabila memiliki variasi set piece yang berbeda, itu akan sangat membantu. Seperti yang Anda katakan tentang Arsenal, kami tidak baru memulai ini sekarang,” ujar Marcos Santos dikutip dari laman ileague.id, Senin (7/9).
Menurut dia, Arema FC sudah melatih berbagai kemungkinan situasi pertandingan sejak musim lalu. Skema tersebut disesuaikan dengan karakter pemain serta gaya permainan lawan.
“Musim lalu kami menciptakan banyak peluang namun mungkin tidak berbuah gol. Kami melatih berbagai situasi di setiap sesi latihan, memikirkan lawan, pemain tinggi, pemain kecil, umpan pendek atau jauh,” katanya.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)










