jpnn.com, BANDUNG - Proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPAS) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung terus berprogres. Perjanjian jual beli listrik dari pengelola kepada PLN pun segera terealisasi.
TPPAS Regional Legok Nangka akan dioperasikan oleh konsorsium asal Jepang Sumitomo-Hitachi Zosen dengan membentuk PT Jabar Environmental Solutions (JES).
Nantinya perusahaan itu akan menjual energi listrik dari sampah ke Perusahaan Listrik Negara.
Proyek ini sudah beberapa tahun lalu direncakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, berbagai syarat pun terus dipenuhi termasuk yang terakhir, yaitu surat penugasan dari Kementerian ESDM kepada PT. PLN untuk dapat membeli listrik dari pengelolaan sampah.
"Alhamdulillah sudah turun bulan kemarin, Januari akhir, dan sekarang Insyaallah akan ditangani tanggal 19 Februari, untuk perjanjian jual beli listriknya, antara PT. JES, dengan PT. PLN," kata Sekda Jabar Herman Suryatman, Jumat (13/2).
TPPAS Legok Nangkah memiliki kapasitas 1.800 sampai 2.100 ton per hari dengan sumber sampah dari enam kabupaten dan kota di wilayah Bandung Raya.
Herman mengatakan persyaratan dimulainya proyek ini sudah selesai, tinggal nanti diumumkan untuk jual beli listriknya.
"Sampah itu akan dikirim dari enam kabupaten kota, nanti akan menghasilkan 40,59 Megawatt (MW), dan tahap yang paling krusial kemarin itu penugasan dari Kementerian SDM ke PLN," tuturnya.



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)


