Tuntutan Aliansi Mahasiswa IAIN Kediri saat Gelar Demo ke Rektorat

1 month ago 17
Tuntutan Aliansi Mahasiswa IAIN Kediri saat Gelar Demo ke Rektorat Rektor IAIN Kediri, Wahidul Anam (pegang mik), saat berbicara di hadapan mahasiswa. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa IAIN menggelar demo di depan rektorat, Rabu (26/2/2025). Dalam aksinya, mahasiswa membawa berbagai poster yang bertuliskan tuntutan dan aspirasi mereka.

Massa aksi juga membakar ban bekas sebagai wujud rasa kesal, karena lambannya penanganan kasus pelecehan seksual yang dialami rekannya. Beberapa tuntutan lain juga disampaikan kepada Rektor IAIN , seperti transparansi anggaran terkait efisiensi dari pemerintah.

Baca Juga: OJK Sampaikan Sektor Jasa Keuangan di Wilker Kediri Tumbuh Stabil

Selain itu, mahasiswa juga mendesak pembenahan mekanisme BTQ (Baca Tulis Al-Qur'an), dan PIBD (Praktik Ibadah) serta menuntut kejelasan transisi IAIN menuju UIN.

Ahmad Yusuf selaku korlap aksi mengatakan, Aliansi Mahasiswa IAIN sebelumnya telah menerima aduan terkait dampak efisiensi anggaran, mekanisme perkuliahan, dan beberapa teknis yang menjadi penghambat kegiatan di lingkup perkuliahan.

Rektor IAIN , Wahidul Anam, mengatakan bahwa transisi IAIN menuju UIN masih dalam proses. Terkait tuntutan transparansi anggaran buntut program efisiensi, ia mengatakan bahwa pihaknya akan menjalankannya.

Baca Juga: Warga Padangan Kediri Temukan Mayat Perempuan Mengapung di Sungai

"Saya sudah tahu tuntutan sampeyan (anda). Tapi semuanya perlu proses untuk menindaklanjuti tuntutan sampeyan itu," ujarnya di hadapan mahasiswa. 

Ia mengakui bahwa tuntutan mahasiswa tidak bisa diselesaikan dalam waktu sehari, perlu proses. Menurut dia, efisiensi dari pemerintah juga berdampak ke kampus.

Namun, Wahidul menjamin hak-hak mahasiswa terpenuhi, serta perkuliahan, KKN dan yang lain berjalan seperti biasa.

Baca Juga: Peringati Haul ke-76 Tan Malaka di Kediri, Puluhan Pegiat dan Mahasiswa Kirim Doa di Area Makam

Sempat terjadi saling debat antara mahasiswa dengan rektor, mahasiswa ngotot dengan pendapatnya. 

Sementara rektor berusaha menjelaskan, namun langsung dipotong oleh mahasiswa. Terkait sanksi terhadap pelaku dugaan pelecehan seksual, Wahidul berjanji akan mengawalnya dengan mekanisme yang ada. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |