Utang Indonesia Nyaris Rp 10 Ribu Triliun, Pengamat: Aman Bagi Siapa?

5 hours ago 1

 Aman Bagi Siapa?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mempertanyakan pernyataan pemerintah soal posisi utang Indonesia yang nyaris Rp 10 ribu triliun. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mempertanyakan pernyataan pemerintah soal posisi utang Indonesia yang nyaris Rp 10 ribu triliun.

"Jawabannya tidak cukup hanya dengan membandingkan utang terhadap produk domestik bruto,” ucap Achmad saat dikonfirmasi JPNN, Kamis (16/7).

Menurut dia, keamanan utang juga ditentukan oleh beban bunga, kemampuan penerimaan negara, risiko nilai tukar, jadwal jatuh tempo, serta kualitas belanja yang dibiayainya. 

“Rasio yang terlihat terkendali belum tentu berarti ruang fiskal rakyat tetap terlindungi,” kata Achmad.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko mencatat utang pemerintah per 31 Maret 2026 mencapai Rp 9.920,42 triliun atau 40,75 persen terhadap PDB. Jumlah tersebut terdiri atas Surat Berharga Negara sebesar Rp 8.652,89 triliun dan pinjaman Rp 1.267,52 triliun.

Karena itu, angka Rp 8.000 triliun bukan total utang pemerintah, melainkan hanya menggambarkan sebagian besar nilai SBN. Secara faktual, kewajiban pemerintah sudah berada di ambang Rp 10.000 triliun.

Rasio Rapuh

Achmad membeberkan besarnya utang tidak otomatis menempatkan Indonesia dalam krisis. 

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mempertanyakan pernyataan pemerintah soal posisi utang Indonesia

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |