jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah segera memulihkan pasokan BBM di sejumlah wilayah yang masih mengalami kelangkaan.
CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan pemulihan pasokan perlu dituntaskan dalam 7–10 hari ke depan.
Sebab, kelangkaan BBM telah berdampak pada pekerja harian, pengemudi angkutan dan ojek, nelayan, petani, pelaku usaha mikro, hingga distribusi pangan.
“Situasi ini membuktikan penilaian ketahanan energi RI masih berada di atas kertas, belum diikuti kemampuan membangun cadangan energi, memperkuat manajemen logistik," ujar Fabby dalam keterangan yang diterima, Minggu (13/9).
Adapun kelangkaan BBM terjadi di sejumlah daerah seperti Jawa, Sumatra dan Sulawesi Selatan.
Setiap SPBU dipenuhi masyarakat dengan antrean panjang demi mendapatkan BBM. Bahkan di Sulawesi Selatan menerapkan pengisian BBM dengan metode ganjil genap.
Karena itu, Presiden Prabowo Subianto harus mengevaluasi secara menyeluruh kinerja kementerian dan lembaga yang bertugas mengamankan pasokan energi nasional serta protokol krisis energi.
Menurut Fabby, gangguan pasokan BBM berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan distribusi serta menekan daya beli masyarakat.
























.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













