11 Penerbangan Bandara Semarang Dibatalkan, Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

2 weeks ago 5

Minggu, 06 September 2026 – 15:52 WIB

11 Penerbangan Bandara Semarang Dibatalkan, Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau - JPNN.com Jateng

Penumpang pesawat saat keberangkatan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. FOTO: ANTARAFOTO/Aprillio Akbar.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang membatalkan enam penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan sebagai dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Termasuk satu penerbangan keberangkatan dan satu penerbangan kedatangan juga mengalami penundaan.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Kolonel CPN Sulistyo Yulianto mengatakan terus memantau perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi,” kata Kolonel Sulistyo dalam keterangannya, Minggu (6/9).

Menurutnya, pengelola Bandara Ahmad Yani secara aktif berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

Koordinasi dilakukan secara berkala untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca, potensi sebaran abu vulkanik, serta dampaknya terhadap operasional dan keselamatan penerbangan.

“Sebagai pengelola bandara, kami aktif berkoordinasi dengan para stakeholder termasuk pihak maskapai dan ground handling terkait operasional penerbangan,” ujarnya.

Bandara Ahmad Yani juga telah berkoordinasi dengan penyedia transportasi darat bandara untuk menyediakan opsi transportasi sebagai langkah antisipasi bagi pengguna jasa.

“Keselamatan penerbangan dan optimalisasi layanan merupakan prioritas utama kami,” katanya.

Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sebelas penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dibatalkan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |