kalsel.jpnn.com, BANJARBARU - Sebanyak 13 kapolres di Kalimantan Selatan mengaplikasikan cairan inovasi suntik gambut racikan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel yang digagas Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan untuk diterapkan di wilayah masing-masing dalam penanggulangan karhutla.
"Hari ini para kapolres dan kabag ops sengaja saya datangkan untuk melihat langsung bagaimana aplikasi cairan surfaktan ini bekerja dalam pemadaman api," kata Kapolda Irjen Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Senin.
Yudha mengungkapkan ketika cairan surfaktan bisa diproduksi lebih banyak akan didorong ke wilayah untuk dioptimalkan penggunaannya.
Untuk tahap awal, sejumlah wilayah jadi prioritas pendistribusian larutan surfaktan berbahan dasar nabati ramah lingkungan itu.
Wilayah-wilayah tersebut antara lain Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.
"Empat wilayah ini cukup luas wilayah terdampak karhutla dan kabut asapnya bisa sampai mengganggu penerbangan di bandara," jelas Kapolda.
Hingga kini Bidlabfor Polda Kalsel terus melakukan pengembangan dari cairan untuk pendinginan lahan gambut terbakar itu.
Produksi pun diupayakan lebih optimal dengan pengerahan 30 personel yang memiliki beragam bidang keahlian itu.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















