jatim.jpnn.com, MALANG - Sebanyak 19 pasien anak di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang sempat dievakuasi ketika ruangan dapur gizi dan laundry di rumah sakit tersebut terbakar, Rabu (9/9).
Humas RSSA Malang Syamsul Bakhri mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu. Namun, ada 19 pasien anak dievakuasi untuk mengantisipasi kepulan asap.
“Sebanyak 19 pasien anak dievakuasi ke Grand Pavilion. Seluruh pasien dalam kondisi stabil dan dipindahkan hanya menggunakan kursi roda,” ucap Syamsul.
Di sisi lain, Syamsul menyebut pasokan makanan pasien tidak mengalami kendala selama kebakaran berlangsung. Sebab, seluruh orang yang dirawat sudah menerimanya.
“Kejadian berlangsung saat makanan sudah siap didistribusikan. Layanan medis secara keseluruhan, termasuk operasional IGD dan penerimaan ambulans rujukan, tidak terdampak,” jelasnya.
Syamsul mengungkapkan bagian yang mengalami kerusakan paling parah adalah ruangan dapur gizi. Saat ini, pihaknya masih belum menghitung total kerugian yang diderita.
“Kerusakan pada bangunan dapurnya saja, tidak ada alat medis yang terdampak. Penyebab pasti dan total kerugian material, kami belum bisa menghitungnya sekarang,” ucapnya.
Petugas RSSA sendiri sempat melakukan pemadaman secara mandiri selama pemadam kebakaran dalam perjalanan. Hal itu bisa mengurangi merambatnya api ke ruangan lainnya.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)











