jatim.jpnn.com, SURABAYA - Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat sorotan dari Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno.
Untari menilai penentuan desil masyarakat masih perlu diperbaiki karena berpengaruh terhadap ketepatan sasaran bantuan sosial dan berbagai program pemerintah.
"Kami sungguh prihatin melihat data desil yang seperti ini. Saya sudah turun ke berbagai komunitas masyarakat maupun berbagai orang. Jadi, penentuan desil ini menurut saya, kurang cermat," kata Sri Untari, Rabu (9/9).
Menurut dia, salah satu persoalan terletak pada indikator yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi rumah tangga.
Untari mencontohkan kondisi fisik rumah yang ditempati warga. Rumah yang terlihat bagus belum tentu mencerminkan kemampuan ekonomi penghuninya saat ini.
"Contoh rumah. Rumah itu ternyata milik mertuanya atau milik warisan dari orang tua. Itu sudah langsung rumah bagus, ini sudah langsung masuk desil enam, desil tujuh," ujarnya.
Karena itu, pemerintah pusat diminta menelaah kembali metode penentuan desil dengan menggunakan indikator yang lebih komprehensif.
"Menurut saya, ini pemerintah pusat harus kembali melakukan telaah secara lebih cermat lagi. Bagaimana caranya mengukur desil ini dengan kriteria-kriteria yang disusun, bahwa masyarakat itu dikategorikan dalam desil-desil itu benar," ucapnya.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)











