jateng.jpnn.com, SEMARANG - Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran maut yang merenggut nyawa dua balita di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo mengatakan pemeriksaan lokasi kejadian telah dilakukan oleh Tim Labfor dan Tim Inafis Polrestabes Semarang.
“Masih kami selidiki,” kata Kompol Hengky, Senin (31/8).
Suara ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas masih dalam penyelidikan mendalam.
“Kemungkinan bisa (kebocoran gas, red) tetapi kami tidak bisa langsung menyimpulkan karena Labfor dan Inafis masih menyelidiki. Kami masih menunggu laporannya,” ujarnya.
Untuk diketahui, kebakaran yang disertai suara ledakan tersebut terjadi pada Kamis (27/8) siang.
Saat kejadian, terdapat tiga orang di dalam rumah tersebut, yakni bayi berinisial N yang masih lima bulan, A (4), dan Nurjanah (50) asisten rumah tangga (ART). Ketiganya menderita luka bakar serius.
Warga yang mengetahui berusaha mengevakuasi ketiga korban ke Rumah Sakit Hermina Banyumanik. Di sana, bayi N tak tertolong.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















