jatim.jpnn.com, JEMBER - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Jember meningkat selama musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 72 kejadian karhutla sejak Mei hingga pertengahan September.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan puluhan kejadian tersebut terdiri atas 10 kebakaran hutan dan 62 kebakaran lahan.
Karhutla tersebut tersebar di 33 desa dan 14 kelurahan yang berada di 22 kecamatan di Kabupaten Jember.
“Sebanyak 72 karhutla terdiri atas 10 kasus kebakaran hutan dan sebanyak 62 kasus kebakaran lahan yang tersebar di 33 desa dan 14 kelurahan yang berada di 22 kecamatan di Kabupaten Jember,” kata Edy di Kantor BPBD Jember, Senin (21/9).
September menjadi bulan dengan jumlah kejadian karhutla paling tinggi. BPBD mencatat 32 kejadian karhutla sepanjang September 2026. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Mei yang hanya mencatat satu kejadian.
Pada Juni tercatat empat kejadian, kemudian meningkat menjadi 14 kejadian pada Juli. Sementara pada Agustus terdapat 21 kasus karhutla, terdiri atas tiga kebakaran hutan dan 18 kebakaran lahan.
“Jumlah terbanyak karhutla terjadi pada September 2026 yang tersebar di beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Pakusari, Tempurejo, Patrang, Ambulu, Wuluhan, dan Silo,” tuturnya.
Edy menjelaskan total luas lahan yang terdampak karhutla mencapai 136,5 hektare. Lahan terdampak tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Jember.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















