jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Kebab Turki Baba Rafi menandai perjalanan 23 tahun dengan menggelar perayaan ulang tahun Baba Rafi Enterprise di Gedung Baba Rafi Plaza, Sidoarjo, Jumat (11/9).
Memulai usaha dari gerobak sederhana di Surabaya, Baba Rafi kini terus melakukan transformasi bisnis. Salah satunya dengan memperkuat pengelolaan outlet secara mandiri setelah sebelumnya berkembang melalui jaringan waralaba.
Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono mengatakan perjalanan selama 23 tahun tidak selalu diwarnai pertumbuhan.
Perusahaan pernah melakukan ekspansi besar-besaran, menghadapi berbagai keputusan yang tidak berjalan sesuai harapan, hingga melewati masa ketika mempertahankan keberlangsungan usaha menjadi tantangan.
“Dua puluh tiga tahun tentu bukan perjalanan yang singkat. Banyak hal telah kami lalui: keberhasilan, tantangan, perubahan, pembelajaran, bahkan masa-masa sulit yang ikut membentuk Baba Rafi hingga berada di titik ini,” ujar Hendy.
Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk perusahaan. Baba Rafi terus belajar, beradaptasi, dan melakukan evaluasi agar mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.
Saat ini, dari sekitar 1.000 outlet yang beroperasi, sekitar 650 outlet telah dikelola secara mandiri. Di tengah transformasi tersebut, Baba Rafi mencatat pertumbuhan sekitar 55 persen secara year-on-year.
Namun, Hendy menegaskan pertumbuhan tersebut bukan alasan bagi perusahaan untuk berhenti berbenah.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















