jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo memberikan pendampingan kesehatan jiwa kepada 59 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam pascainsiden dugaan keracunan makanan pada Selasa (1/9).
Pendampingan dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis santri sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan setelah insiden tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan asesmen awal dilakukan untuk mendeteksi kondisi psikologis santri sejak dini.
"Kami ingin memastikan kesehatan jiwa para santri juga mendapatkan perhatian. Melalui asesmen ini, kami mendeteksi awal untuk mendampingi mereka apabila ada santri yang membutuhkan dukungan lebih lanjut," kata Lakhsmie dalam keterangan yang diterima di Sidoarjo, Kamis (3/9).
Asesmen cepat dan pendampingan dilakukan Tim Kesehatan Jiwa (Keswa) Puskesmas Tanggulangin bersama Tim Puskesmas Jabon.
Dalam kegiatan tersebut, santri diberi ruang untuk menyampaikan kondisi dan perasaan yang dialami setelah insiden dugaan keracunan.
Menurut Lakhsmie, hasil asesmen akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan lanjutan bagi santri yang membutuhkan perhatian lebih.
Penanganan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing santri.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















