jateng.jpnn.com, BANYUMAS - Kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus meluas. Kondisi tersebut telah berdampak terhadap 62 desa/kelurahan yang tersebar di 19 kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat sebanyak 15.235 keluarga atau 51.896 jiwa terdampak kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan data tersebut merupakan pembaruan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla per 13 September 2026.
“Penanganan kekeringan terus kami lakukan, salah satunya melalui pendistribusian air bersih ke wilayah yang terdampak,” kata Abdul, Senin (14/9)
Menurut dia, distribusi air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami krisis air.
Hingga saat ini, BPBD Banyumas telah mengirimkan 731 ritase air bersih dengan total volume mencapai 3.711.000 liter.
Kekeringan juga berdampak terhadap fasilitas umum. BPBD mencatat sedikitnya 13 lokasi fasilitas umum membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih.
Kondisi tersebut terjadi ketika Banyumas masuk kategori Status Awas kekeringan meteorologis untuk periode 11-20 September 2026 atau Dasarian II September berdasarkan peringatan dini BMKG.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















